Briella’s Birth Story

To GOD be the glory!

It all started at Thursday, June 7

Sudah hampir masuk week 40. Hari itu memang jadwal kontrol ke dokter, pas banget pagi-pagi menemukan cairan berwarna pink di celana dalam, tapi belum sama sekali mules or should I say ‘gelombang cinta’. Jadi, yakinlah kita (saya dan suami) untuk berangkat ke RS dengan harapan bakal segera ketemu si bayi. Sampai di RS, diinfo bahwa saya akan dicek dalam dan EKG (cek detak jantung bayi). Sekitar 30 menit rekam detak jantung bayi tapi kontraksi belum teratur dan gelombangnya memang belum besar. Akhirnya cek dalam. OK. I really was shocked, karena kebetulan selama hamil nggak pernah ngerasain yang namanya periksa dalam (USG transvaginal), begitu bidan pasang sarung tangan aja saya udah deg-degan.

And then the pain began (iya, nyeri melahirkan paling pertama ya pas cek dalam itu). Disuruh tarik napas sedalam-dalamnya (which did not work at all, rasanya kaya dipaksa ML, sorry!)

and the worse thing is: hasilnya baru bukaan 1. Bidannya sih sempat bilang kalau serviksnya sudah lunak dan dia juga sempet berbisik: “Bu, kalau dicek dalam sama dokter lebih sakit, lho!” Ugh!

Akhirnya masuk ruang dokter dan seperti sesi konsultasi biasanya, tapi kali ini dokter sudah pegang hasil rekam jantung dan bilang masih jauh dari tanda-tanda mau melahirkan. Akhirnya USG lagi dan ternyata posisi bayi posterior alias muka Briella ngadep atas, seharusnya sebaliknya. Ini juga sempet bikin khawatir karena dengan begitu akan ada kemungkinan untuk tindakan sc.

Akhirnya disuruh pulang dulu as predicted. Dokter bilang, “Nanti kalau mulesnya udah kerasa sampai belakang, baru balik lagi ya, Bu!”. Ok, then we went home (ga ding, ke mall to mall jalan2 ngiter2 sesuai saran dokter dan bidan)

Friday, June 8

Di rumah. Karaoke, joged-joged, olahraga di gymball and did anything I can untuk memancing pembukaan. Yet, belum berasa juga mulesnya hari itu.

Saturday, June 9

02.30 WIB

Kebangun gara-gara (akhirnya) ngerasa mules kaya lagi dapet, meski belum intens tapi udah mulai ilang timbul. Bangunin suami, ajak langsung ke RS bawa koper dengan harapan ga balik ke rumah lagi sampe melahirkan. Sampai RS dicek dalam lagi (deg-degan lagu tapi yawdalah jalanin aja), nggak taunya baru bukaan 2 ke 3.

Langsung drop, kepikiran, kok lama banget yaa.. begitu ditensi, hasilnya: 140/100 (biasanya 100/70 😅), tes urin dan positif ada proteinnya dan dokter UGD bilang pre-eklampsia ringan (nah lho!)

06.10 WIB

Akhirnya masuk ruang bersalin karena sudah telefonan sama dokter kandungan kita. Selama di ruang bersalin disuruh jalan-jalan, mandi, sarapan, dll. That I can do!

10.00 WIB

Dokter akhirnya datang, cek dalam, kali ini udah pasrah, masih bukaan 3 ke 4, sempet bingung juga beliau, kok tensinya bisa tinggi begini.. si suami pengertian bilang kalau sini lagi deg-degan dan drop karena pembukaan nggak maju-maju.. too bad, kalau tensi gak turun-turun disaranin sc (tapi masih disuruh pikir-pikir dulu, karena beliau juga masih terus bantu buat kita bisa melahirkan normal, akhirnya dikasih obat penurun tekanan darah (turns out lumayan berhasil nurunin tensi). Dokter bilang dengan yakin ke semua yang lagi nunggu di ruang bersalin: orangtua, mertua, sodara dll, “Jam 3 sore ini lahir”. Oke, the excitement continued!

12.00-16.00 WIB

Makan siang dan mules, tapi rasanya sih belom sedahsyat mulesnya orang bukaan 10 karena datengnya masih belom 2 menit sekali. Resah, gelisah, tentunya.. karena ini sudah lewat dari jam yang diprediksi dokter.

Jam 18.00 WIB

Dokter balik ke ruangan, minta ijin mau tindakan operasi dulu. OMG pasien dokter yang lain ada yang lahiran duluan. Dokter pun akhirnya ngasih obat akselerasi (sebutannya sih gitu) buat memancing bukaan nambah dan tentu biar mules lebih intens.

19.30 WIB

Obat pun dimasukkin lewat infus dan wow, langsung berasa mau ngeden. Dokter masuk trus disuruh latihan ngejan. Tapi karena udah gak kuat nahan, bawaannya pengen ngeden terus. Sampe dokter bilang ke bidan: “Udah jangan disuruh ngejan terus, kepala bayi belum dorong”.

20.30 WIB

Dokter ngeset segala alat termasuk gantungan kaki karena sebentar lagi akan lahir. Dokter duduk diam, saat itu sudah mulai putus asa dan bilang ke suami: “Udah nggak apa-apa, sc aja, aku gak kuat”. Begitu bilang kaya gitu ke dokter, dia no respons. Bingung juga, kok, dokter nggak mau lanjut ke operasi. Akhirnya 10 menit kemudian dia berdiri, ngasih semangat dan bilang kalau akan dibantu oleh vakum, disuruh ngeden sekuat tenaga, digunting supaya alat vakumnya bisa masuk, and yes finally tau-tau si anak bayi udah tidur di atas perut. HALLELUYA!

And here are her very first pictures!

Briella Prisha Nugeraha

Lahir 9 Juni 2018

BB 3,270 kg PB 52 cm

Advertisements

What Have Been Sewn So Far

Haven’t been posting any of my DIY project since almost a year I guess. So, I really don’t know where to start. But here’s what I’ve made so far.

I’m still using my 2010 bought Sewing Machine, Yamata.

View this post on Instagram

Tampak samping. #squaretop #sewingambition

A post shared by Rachel Kaloh (@rachcandy) on

Weekend DIY Project 2014 part 1

So I went to youtube and search for sewing tutorial since I needed something clearer than just an image showing how to sew some clothing.
And then I found GiannyL’s channel, she really brought all the steps into a very easy to do way of making your own apparel.

So here’s what I did just now, and let me call this as my new Lemon and Lace Shorts.
Just take your shorts and trace the lining on your chosen fabrics, cut it, add some ribbons or laces and sew it, make your own fancy shorts!

Another weekend #DIY project.

View on Path

20140111-144219.jpg

An Extraordinary Christmas!

Well, not just this year, christmas has always been wonderful to me and I guess everyone would feel the same way as I do!
But what makes this year different was our #diy christmas tree.
On that night, Dec 23, my mom was a bit desperate asking me and my sissy to put something to our very plain wall at home, though before, she has done decorating some of the rooms there, still, she felt unsatisfied!
So, the items left were just the old wooden christmas toys which some have lost their parts, the santa loses his eyes, the reindeer loses its hand, and mostly were incomplete. But then my sister told me to do some #pinsearch on #pinterest for a wall christmas tree. And so we came up with the idea of making a wall christmas tree filled with the toys we have.
Using gluetacks, it took a lot of extra patiences to stick it one by one with a help of a long rope that was formed into a big triangle to make sure each of them was placed in the right position. And we finally finished with the tree at midnight.

20131230-190710.jpg

20131230-190728.jpg

20131230-190804.jpg